|
|
 |
| Rabu, 8 Februari 2012 | 22:55:20 WIB |
 |
| Surat Terbuka
|
|
 |
 |
08-06-2005 | 16:02:32 WIB
Biaya Pembuatan SIM C Di Bekasi Kok Mahal, Ya?
Pada, Rabu, 13 April 2005 lalu, saya ke Polres Bekasi untuk memperpanjang surat izin mengemudi (SIM) C, yang telah habis masa berlakunya. Hal itu sudah menjadi kebiasaan saya untuk memenuhi kewajiban sebagai warga negara yang baik. Tapi saya dikecewakan polisi disana. Atas dimuatnya surat ini, saya ucapkan terima kasih. Semoga Indonesia Police Watch tetap jaya. |
 |
16-07-2003 | 15:05:41 WIB
Pembodohan Anak Bangsa
DI zaman Soekarno, yang diutamakan masuk ke perguruan tinggi, adalah mereka yang encer otaknya walau dia anak seorang tukang kelapa. Di zaman putrinya berkuasa, anak tukang kelapa rasanya mustahil untuk dapat masuk ke perguruan tinggi, apalagi negeri, biarpun si anak memiliki otak jenius sekaliber Einsten. Soalnya sang bapak bukan miliarder. |
 |
23-06-2003 | 17:33:29 WIB
Mahasiswa di Depok Tak Ber-KTP
Warga negara yang baik, seharusnya memiliki tanda pengenal diri berupa KTP. Yang mengherankan, ternyata banyak mahasiswa UI yang tinggal dan kos di Depok, justru tidak memiliki KTP. |
 |
08-06-2003 | 16:30:03 WIB
Jangan Percaya Harga Makanan di Ragunan
Berekreasi ke Kebun Binatang Ragunan, tentulah menyenangkan. Sayangnya, ketika badan mulai penat dan ingin menikmati makanan yang dijual di sana, pengunjung harus berhati-hati. Jangan percaya pada harga makanan yang tercantum di papan menunya! |
 |
--Kamis, 22 | ei 2003, 16:56:22 WI WIB
Tindak Anggota Polri Arogan
Melalui Website ini, saya ingin melaporkan bahwa pada hari Selasa tanggal 20 Mei lalu Polresta Bogor memaksa membubarkan rombongan mahasiswa, buruh, dan petani se-Jawa Barat yang tengah berunjuk rasa di pusat kota. Pertanyaan kami, pantaskah polisi melakukan tindakan paksa seperti itu? Bukankah mahasiswa dan anggota masyarakat juga yang memperjuangkan terlepasnya polisi dari belenggu TNI dan militer? |
 |
14-05-2003 | 19:50:18 WIB
Soal GAM, Pemerintah Harus Arif
Pemecahan masalah GAM, memang memerlukan kearifan dari Kepala Negara. Namun, harus segera dituntaskan. Ingat pemberontakan DI/TII, yang juga ingin mendirikan negara tersendiri. Semuanya ditindak tegas oleh TNI. Mengapa GAM menjadi berlarut-larut? |
 |
--Jumat, 9 M | i 2003, 20:10:24 WIB WIB
Maju Terus Inul!
Kesan paling menonjol dari sikap yang tidak adil ini adalah kekhawatiran si "raja" akan kemapanan posisinya. Ia khawatir si anak desa akan mengacak-acak lahan yang sudah lama ia pupuk. Kekhawatiran semacam itu memang sangat manusiawi, tapi jangan terlalu ah! |
 |
30-04-2003 | 16:31:18 WIB
Pernyataan Oma Irama Tak Beralasan
Pernyataan Oma Irama tentang Inul, makin tak masuk akal. Bahwa dangdut akan kembali ke kelas comberan karena ulah Inul Daratista yang menyanyikan lagu dangdut dengan goyangan ngebor-nya. Sebaliknya, Inul justru mengangkat dangdut ke kelas internasional. |
 |
24-04-2003 | 16:19:45 WIB
Kecaman Oma Tidak Pada Tempatnya
Inul boleh berbangga karena goyangan "bor"-nya berhasil menembus Ibukota Jakarta. Kemunculannya yang menghebohkan meroketkan namanya hingga menyusul para musisi kawakan lainnya. Namun amat disayangkan jika Raja Dangdut sekaliber Oma Irama mengecam Inul sedemikian pedasnya sehingga terkesan mencemburui kepopuleran yang sedang direguk orang lain. |
 |
05-04-2003 | 12:33:29 WIB
Peron Stasiun KA Bagaikan Pasar Terbuka
Banyaknya pedagang di peron stasiun kereta api cukup mengkhawatirkan. Selain menjajakan dengan cara asongan, banyak pedagang yang menggelar dagangannya di tempat duduk sehingga membuat peron di hampir setiap stasiun layaknya pasar terbuka. Selain mengganggu kenyamanan penumpang, keselamatan orang-orang di peron, termasuk para pedagang pun terancam. |
 |
|
|
| |
|